Berjuang Meraih Standar Internasional

Rate this item
(1 Vote)

Tari Baksa Kembang kembali di tampilan di Gedung Mahligai Pancasila, Jumat (12/6) malam. Tari yang berasal dari daerah Banjar, Kalsel, ini untuk menyambut anggota Asosiasi Universitas-universitas Islam Asian, yang akan mengikuti seminar Internasional Islam Wasathiyah di Asia Tenggara dirangkai The 1st Meeting of Asian Islamic Universities Association, yang di gelar dari 12-14 Juni 2015.

            Ratusan tamu yang berasal dari negara Asian dan perguruan tinggi Islam se-Indonesia mulai berdatangan ke Gedung Mahligai Pancasila sekitar pukul 19.00 Wita. Acara yang dimulai sekitar pukul 20.30 Wita itu diawali kata sambutan Rektor IAN Antarasari, Prof HA Fauzi Aseri MA.

            Dalam sambutan, Fauzi menyatakan agenda pertemuan ini selain membicarakan Islam moderat, juga memaparkan pengalaman berbagai negara Asia Tenggara dalam menyikapi Islam yang radikal.

“Islam radikal berbenturan budaya kita yang sejuk. Ini yang akan dikupas dalam pertemuan nanti. Pengalaman Brunei, Indonesia, dan Singapura mudahan menjadikan masukan berharga,” ujarnya.

Agenda kedua, lanjut Fauzi, membicarakan mengenai program kerja strategis perguruan tinggi. “Sekitar 40 perwakilan perguruan tinggi Islam se-Indonesia dan Asia hadir dalam pertemuan ini,” ujarnya.

Presiden Pertama Asian Islamic Universities Association (AIUA), Prof Dr H Munzir Hitami MA, menyatakan tujuan utama dari acara adalah untuk memajukan dan berjuang sekuat-kuatnya agar perguruan tinggi Islam meraih standar internasional.

“Pertemuan ini untuk menentukan langkah selanjutnya. Kami akan membuat banyak kegiatan dan membangun banyak jaringan sesama peguruan tinggi Islam. Ini isu strategis yang akan dikembangkan Asia Tenggara untuk mengalihkan isu pengembangan perguruan tinggi Islam ke Asia,” ujarnya.

Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan menyatakan, sangat senang atas kepercayaan yang diberikan kepada IAIN Banjarmasin untuk menjadi tuan rumah pertemuan pertama Asosiasi Universitas-universitas Islam se-Asian. “Selamat datang kepada seluruh peserta,” ujarnya.

Rudy berharap, kegiatan ini bisa menghasilkan gagasan perguruan tinggi Islam. “Kalsel dengan mayoritas 97 persen agama Islam dan terbuka bagi saudara di Nusantara,” ujarnya.

Sebelum menutup sambutannya Rudy meminta para tamu membeli sasirangan, kain khas Banjar. “Belum ke Banjarmasin kalau belum membeli akik dan sasaringan. Jangan lupa, bapak ibu sekalian itu membeli soto Banjar,” ucapnya. (ogi)

Sumber : Tribun Smart | Banjarmasin Post

Read 20484 times Last modified on Wednesday, 07 October 2015 03:26
Saturday, 13 June 2015 05:06 Written by  In News